MATERI
PELUANG
Teori peluang ini juga dikenal teori probabilitas atau
teori kemungkinaan. Peluang banyak
digunakan dibidang lain, selain bidang Matematika. Ahli fisika menggunakan
peluang untuk mempelajari macam-macam gas dan hukum panas dalam teori atom. Ahli
biologi mengaplikasi teknik peluang dalam ilmu genetika dan teori seleksi alam.
Dalam dunia bisnis teknik peluang digunakan untuk pengembalian keputusan.
Peluang merupakan
teori dasar statistika, suatu disiplin ilmu yang mempelajari pengumpulan,
pengaturan, perhitungan, penggambaran dan penganalisisan data, serta penarikan
kesimpulan yang valid berdasarkan penganalisisan yang dilakukan dan pembuatan
keputusan yang rasional.
Peluang
adalah munculnya suatu kejadian yang memiliki ruang sampel dan titik sampel.
1.
Ruang sampel
Jika kita mengadakan suatu percobaan, maka percobaan itu selalu mendapatkan
hasil. Namun, tidak selalu hasil tersebut sesuai dengan yang diharapkan.
Himpunan dari hasil yang diharapkan disebut kejadian. Himpunan dari semua hasil
yang mungkin muncul pada suatu percobaan disebut ruang sampel. Jadi, kejadian
merupakan himpunan bagian dari ruang sampel.
Contoh :
Pada percobaan pelemparan dadu, semua hasil yang mungkin adalah mata dadu
1,2,3,4,5, dan 6. Misalnya kita mengharapkan mata dadu yang lebih besar dari 4,
maka mata dadu yang lebih dari 4 disebut kejadian. Jika kejadian diberi nama A,
maka A = {5,6}, sedangkan ruang sampelnya {1,2,3,4,5,6}.
2.
Titik sampel yaitu setiap anggota ruang sampel disebut
juga kejadian yang mungkin. Jika A komplemen kejadian A maka peluang kejadian A : P(A) = P(A¢)
A. Peluang
kejadian
Adalah
banyaknya hasil suatu kejadian A dibagi banyaknya semua hasil yang mungkin atau
bisa ditulis dengan n(A)/n(S).
Peluang
kejadian A ditulis P(A)
Banyak
kejadian A ditulis n(A)
B. Frekuensi
Harapan
Adalah hasil kali peluang kejadian
dengan banyaknya percobaan.
Fh = P(A) x banyaknya percobaan
Contoh :
Sekeping uang logam dilemparkan 30
kali, maka frekuensi harapan muncul gambar adalah ?
Jawab :
P(G) = ½
Fh(G) = 30 x ½ = 15 kali
C. Kaidah
Pencacahan
1. Kaidah
Penjumlahan
Contoh :
Ali mempunyai 3 bolpoin dan 2
pensil. Jika dia akan menulis dengan salah satu alat tulisnya tersebut, ada
berapa banyak kemungkinan alat tulis tersebut digunakan ?
Jawab :
3
+ 2 = 5
Jadi,
ada 5 kemungkinan alat tulis tersebut digunakan
2. Kaidah
perkalian
Contoh :
Seseorang mempunyai 4 kaos dan 3
celana. Dengan beberapa pasangan yang berbeda, dia dapat memakai kaos dan
celana tersebut ?
Jawab :
Ia dapat memakai kaos
dengan 4 cara, ia dapat memakai celana dengan 3 cara. Maka ia dapat memakai
kaos dan celana yang berbeda sebanyak 4 x 3 = 12 cara.
D. Permutasi
1. Notasi
Faktorial (n!)
n ! (n faktorial) adalah perkalian
bilangan asli dari 1 sampai n, yaitu 1 atau n. Dalam hal ini didefinisikan :
1) 1! = 1
2) 0! = 1
3) n! = n (n-1)
(n-2) . . . 4. 3. 2. 1
2. Permutasi
dari unsur yang berbeda
nPr = n! / (n-r)!
dengan n ≥ r
3. Permutasi
dari unsur yang sama (p,q,r,...)
nP(p,q,r,...) = n! / (p! q! r!)
dengan n ≥ p,q,r
4. Permutasi
berulang
nPr (berulang) = nr
5. Permutasi
Siklik/siklis
nPsiklis = (n-1)!
Permutasi ini ditandai dengan
istilah melingkar/mengelilingi
E. Kombinasi
Adalah susunan beberapa unsur yang
diambil dari sebagian atau semua unsur suatu himpunan tanpa memperhatikan
urutannya. Banyaknya kombinasi dari n unsur diambil r unsur dinyatakan dengan
notasi nCr atau C(n,r) atau Cn,r.
Rumus :
nCr = n! / (r! (n-r)!)
F. Kejadian
Majemuk
Adalah kejadian yang dibentuk dari
menggabungkan dua atau lebih kejadian sederhana.
1. Dua kejadian
saling lepas
Jika suatu kejadian A dan B tidak
bersekutu maka kita katakan dua kejadian terebut adalah saling lepas. Untuk
kejadian yang saling lepas (saling asing/saling eksklusif), maka P(A Ç B) = 0
Sehingga :
P(A) ∪ B) = P(A) +
P(B)
2. Dua Kejadian
Saling Bebas
Dalam sebuah kotak terdapat 4
kelereng biru dan 3 kelereng merah. Misal diambil satu kelereng dari kotak
disebut kejadian A. Ambil lagi satu kelereng dari kotak tersebut tanpa
mengembalikan kelereng yang pertama disebut kejadian B. Kejadian B dipengaruhi
oleh kejadian A. Dua kejadian A dan B adalah dua kejadian yang bergantungan
atau B terjadi setelah a terjadi.
Sehingga :
P(A) ∩ B) = P(A) x
P(B)
Referensi :
LKS KREATIF Matematika SMA/MA kelas 2a.
Klaten : VIVA PAKARINDO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar