BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di setiap sekolah proses pembelajaran tersebut meliputi berbagai bidang
ilmu pengetahuan diantaranya ilmu science, sosial, bahasa, dan matematika.
Matematika merupakan pelajaran yang di pelajari dari taman kanak-kanak hingga
ke ranah perkuliahan, hal ini menunjukan betapa pentingnya matematika dalam
kehidupan. Ilmu matematika itu sendiri dapat diterapkan dari hal yang paling
sederhana seperti perhitungan jual beli sampai kepada hal yang bersifat
kompleks seperti penggunaan komputer.
Mengingat betapa pentingnya ilmu ini,
maka sudah seharusnya peserta didik dapat menguasai bidang ini dan
menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut hasil analisis kami pembelajaran yang tepat untuk menunjang
kamampuan anak yang di gunakan adalah dengan model pembelajaran terpadu. Model
pembelajaran terpadu yaitu suatu konsep di orientasikan pada praktek
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pembelajaran terpadu secara
efektif dapat membantu menciptakan kesempatan yang luas bagi siswa untuk
melihat dan membangun konsep-konsep yang saling berkaitan.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah
yang akan dibahas di makalah ini:
1. Apa
yang di maksud dengan pembelajaran matematika terpadu ?
2. Apa
yang di maksud dengan hakekat pembelajaran matematika ?
3. Bagaimana
cara mengembangkan strategi pembelajaran matematika terpadu ?
C. Tujuan
Penulisan
Adapun
tujuan penulisan:
1. Untuk
menegtahui tentang pengertian pembelajaran matematika terpadu.
2. Untuk
mengetahui tentang pengertian hakekat pembelajaran matematika.
3. Untuk
mengetahui cara mengembangkan strategi pembelajaran matematika terpadu.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pembelajaran Matematika Terpadu
Kurikulum terpadu adalah suatu pendekatan untuk mengorganisasikan kurikulum
dengan cara menghapus garis batas mata pelajaran yang terpisah-pisah, sedangkan
pembelajaran terpadu merupakan metode pengorganisasian pembelajaran yang
menggunakan beberapa bidang mata pelajaran yang sesuai. Istilah kurikulum
terpadu dengan pembelajaran terpadu dalam penggunaannya dapat saling dipertukarkan.
Pembelajaran terpadu merupakan suatu aplikasi salah satu startegi
pembelajaran berdasarkan pendekatan kurikulum terpadu yang bertujuan untuk
menciptakan atau membuat proses pembelajaran secara relevan dan bermakna bagi
anak (Atkinson, 1989:9 dalam Ahmad).
Pembelajaran
terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan
pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman
yang bermakna kepada anak. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran
terpadu, anak akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui
pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka
pahami.
Kecenderungan
pembelajaran terpadu diyakini sebagai pendekatan yang berorientasi pada praktek
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Pendekatan ini
berangkat dari teori pembelajaran yang menolak driil sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur
intelektual anak.
Jika
dibandingkan dengan pendekatan konvesional, pembelajaran terpadu tampaknya
lebih menekankan keterlibatan anak dalam belajar; membuat anak secara aktif
terlibat dalam proses pembelajaran dan pembuatan keputusan. Pendekatan ini
lebih mungkin menjadi sesuatu yang dikemukakan oleh John Dewey dengan konsep Learning by Doing-nya.
Pendekatan pembelajaran terpadu
dapat dipandang sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di tingkat
dasar, terutama dalam rangka
mengimbangi gejala pergantian
kurikulum yang sering terjadi dalam proses pembelajaran disekolah.
Sebagai suatu proses, pembelajaran
terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut.
1. Pembelajaran
berpusat pada anak.
Pembelajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran
yang berpusat pada anak karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan
suatu system pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara
individu maupun kelompok. Siswa dapat aktif mencari, menggali, dan menemukan
konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya
sesuai dengan perkembangannya.
2. Menekankan
pembentukan pemahaman dan kebermaknaan.
Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari
berbagaimacam aspek yang membentuk semacam jalinan antar skemata yang dimiliki
siswa,sehingga akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari
siswa. Hasil yang nyata di dapat dari segala konsep yang diperoleh dan
keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang dipelajari dan mengakibatkan
kegiatan belajar menjadi lebih bermakna. Hal ini diharapkan akan berakibat pada
kemampuan siswa untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan
masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.
3. Belajar
Melalui Pengalaman Langsung
Siswa akan memahami hasil belajarnya sesuai dengan
fakta dan peristiwa yang mereka alami,bukan sekedar informasi dari gurunya.
Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing
ke arah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan siswa sebagai aktor pencari fakta
dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.
4. Lebih
memperhatikan proses daripada hasil semata.
Pada pembelajaran terpadu dikembangkan pendekatan
discovery inquri (penemuan terbimbing) yang melibatkan siswa secara aktif dalam
proses pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses
evaluasi. Pembelajaran terpadu dilaksanakan dengan melihat hasrat, minat, dan
kemampuan siswa, sehingga memungkinkan siswa termotivasi untuk belajar terus
menerus.
5. Sarat
dengan muatan keterkaitan
Pembelajaran terpadu memusatkan perhatian pada
pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata
pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Sehingga
memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi,
yang pada gilirannya nanti akan membuat siswa lebih arif dan bijak dalam
menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.[1]
B. Hakekat Pembelajaran Matematika
Istilah
“matematika” berasal dari kata Yunani “mathein” atau “manthenein”
yang artinya “mempelajari”. Mungkin juga kata itu erat hubungannya dengan kata
Sansekerta “medha” atau “widya” yang artinya ialah “kepandaian”, “ketahuan”,
atau “inteligensi”.[2]
Di bagian lain beliau berpendapat istilah “matematika” lebih tepat digunakan
dari pada “ilmu pasti” karena memang benarlah, bahwa dengan menguasai
matematika orang akan belajar mengatur jalan pikirannya dan sekaligus belajar
menambah kepandaiannya (Andi Hakim Nasution, 1987: 12).
Menurut
Soedjadi (dalam sumihikmahsari), mengemukakan bahwa ada beberapa
definisi atau pengertian matematika berdasarkan sudut pandang
pembuatnya, yaitu sebagai berikut:
- Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisisr secara sistematik
- Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi
- Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan berhubungan dengan bilangan.
- Matematika adalah pengetahuan fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk.
- Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logic
- Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
Sedangkan
dalam KBBI, matematika diartikan sebagai ilmu tentang bilangan-bilangan,
hubungan antar bilangan, prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian
masalah mengenai bilangan. Menurut Ismail, dkk, “matematika adalah ilmu yang
membahas angka-angka dan perhitungan, logika dan masalah-masalah numerik,
kuantitas dan besar.” Dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu
pengetahuan yang membahas penyelesaian mengenai bilangan, angka-angka dan
perhitungan, serta logika dan masalah-masalah numerik.[3]
Menurut
Correy (dalam Ismail, 2002), pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan
seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam
kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. Sedangkan
Gange (dalam Ismail, 2002), pembelajaran adalah seperangkat acara peristiwa
eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya beberapa proses belajar
yang sifatnya internal. Menurut Sagala dalam blog sang pendiam, pembelajaran
adalah proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh guru sebagai
pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Dalam KBBI
kata pembelajaran adalah kata benda yang diartikan sebagai “proses, cara,
menjadikan orang atau makhluk belajar”. Kata ini berasal dari kata belajar yang
berarti “berusaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu, berubah tingkah laku
atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman”. Dengan pengertian-pengertian
yang telah dikemukakan dapat disimpulkam bahwa pembelajaran adalah suatu proses
yang disengaja atau upaya yang dirancang oleh pendidik dengan tujuan untuk
menciptakan suasana lingkungan (kelas/sekolah) yang memungkinkan siswa
melakukan kegiatan belajar serta terjadiya
interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan
siswa.[4]
Dengan
demikian pembelajaran matematika adalah cara berpikir dan bernalar yang
digunakan untuk memecahkan berbagai jenis persoalan dalam keseharian, sains,
pemerintah, dan industri. Lambang dan bahasa dalam matematika bersifat
universal sehingga dipahami oleh bangsa–bangsa di dunia.
Pembelajaran
matematika harus memberikan peluang kepada siswa untuk berusaha dan mencari
pengalaman tentang matematika. Dalam pembelajaran matematika harus terdapat
keterkaitan antara pengalaman siswa sebelumnya dengan konsep yang akan
diajarkan. Dalam matematika setiap konsep berkaitan dengan konsep yang lain.
Oleh karena itu, siswa harus lebih banyak diberi kesempatan untuk melakukan
keterkaitan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika
adalah suatu proses yang dirancang untuk memperoleh pengetahuan tentang
matematika sehingga pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan dalam kehidupan.
Pembelajaran matematika bertujuan agar seseorang dapat berpikir secara logis
dan sistematis dalam memecahkan suatu masalah.[5]
C. Mengembangkan Strategi Pembelajaran
Matematika Terpadu
Model pembelajaran yang diterapkan oleh
guru khususnya matematika itu cenderung membosankan siswa, guru kurang
bervariasi dalam mengajarkan pelajaran matematika di sekolah. Karena guru
cenderung satu metode saja yakni metode ceramah, dalam proses belajar mengajar
berlangsung.
Oleh
sebab itu perlu penerapan metode, strategi, model yang bervariasi dalam
pembelajaran matematika, sehingga siswa tidak menanggap bahwa matematika adalah
sesuatu yang perlu ditakuti karena mata pelajaran matematika sebenarnya menarik
dan sangat dekat dengan kehidupan nyata.
Salah
satu model pembelajaran yang diharapkan lebih baik dibandingkan dengan
pembelajaran konvensional yang diharapkan mampu mengatasi hal di atas adalah
pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu tidak terbatas pada satu model atau
tipe saja, tetapi terdiri dari
beberapa tipe yang bervariasi seperti tipe
connected (terhubung), tipe webbed (jaring laba-laba), tipe integrated (terpaduan), dan tipe nested (tersarang). Guru dapat
menerapkan salah satu tipe pembelajaran terpadu sesuai ketrampilan atau
minat yang dimiliki oleh siswa. Penerapan model pembelajaran terpadu tentunya
tidak lepas dari faktor situasi dan kondisi yang tepat untuk mempertimbangkan
faktor kebutuhan sekolah, kesesuaian materi, dan kesiapan peserta didik serta
berbagai pertimbangan lain. Untuk mengatasi faktor tersebut guru harus selektif dan kreatif dalam mengatasi
keterbatasan tersebut, salah satu caranya dengan menggunakan model pembelajaran
terpadu tipe webbed dan tipe nested.
Pembelajaran
terpadu tipe webbed adalah
pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Yakni belajar dengan
menentukan terlebih dahulu tema yang akan di ajarkan atau dipelajari
Adapun
langkah-langkah pengembangannya yakni :
1) Dimulai
dengan menentukan tema tertentu, tema dapat ditetapkan dengan negoisasi antara
guru dan siswa.
2) Setelah
tema itu disepakati dikembangkan sub-sub temanya dengan memperhatikan kaitannya
dengan bidang studi.
3) Dari
sub-sub tema ini dikembangkan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa.
Sedangkan
pembelajaran terpadu model nested (tersarang)
merupakan sistem pembelajaran terpadu,yang menggunakan pendekatan tematik akan
tetapi pengambilan temanya langsung dari guru itu sendiri dengan metode yang
bervariasi.
Adapun langkah-langkah
pengembangannya yakni :
1) Menentukan
tema berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang akan dipelajari. Dalam
model ini guru yang langsung memberikan tema kepada siswa.
2) Setelah
itu menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai siswa, dalam model ini
dibentuk dalam kelompok.
3) Terakhir
guru memberikan evaluasi sesuai dengan materi yang dibahas dalam kelompoknya.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran webbed dan nested memberikan
manfaat bagi siswa diantaranya sebagai berikut :
1) Mampu
menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan.
2) Memberikan
kemudahan bagi anak
3) Dapat
memotivasi anak dalam belajar
4) Mampu
meningkatkan hasil belajar siswa
5) Dengan
mengumpulkan sejumlah tujuan dalam pengalaman belajar siswa pembelajaran
semakin diperkaya dan berkembang.
Disamping
manfaat yang dirasakan oleh siswa, metode pembelajaran webbed dan nested
mempunyai sedikit kelemahan yaitu :
1) Siswa
sulit dalam menyeleksi tema
2) Cenderung
merumuskan tema yang dangkal
3) Guru
memadukan beberapa ketrampilan yang menjadi target dalam pembelajaran sehingga
berdampak pada siswa dimana prioritas pelajaran akan menjadi kabur karena siswa
diarahkan untuk melakukan beberapa tugas belajar sekaligus.[6]
Pembelajaran
terpadu tipe connected adalah tipe
pengembangan kurikulum yang menggabungkan secara jelas satu topik dengan topik
berikutnya, satu konsep dengan konsep lainnya, satu kemampuan dengan kemampuan
lainnya, kegiatan satu hari dengan hari lainnya dalam satu mata pelajaran.[7]
Contoh pengajaran menggunakan pembelajaran terpadu tipe connected, yaitu Guru menggabungkan/menghubungkan konsep matematika
dengan uang dengan konsep jual beli, untung rugi, simpan pinjam, dan bunga.
Kelebihan
dari penggunaan pembelajaran terpadu tipe connected
adalah sebagai berikut :
1) Guru
akan dapat melihat gambaran yang menyeluruh dan kemampuan/indikator yang
digabungkan
2) Kegiatan
anak lebih terarah untuk mancapai kemampuan yang tertera dalam indikator
3) Siswa
memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang suatu konsep sehingga transfer
pengetahuan akan sangat mudah karena konsep-konsep pokok dikembangkan
terus-menerus
4) Siswa
dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan
dan juga siswa diberi kesempatan untuk melakukan pendalaman, tinjauan,
memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.
Adapun
kelemahan/kekurangan dari tipe connected
adalah :
1) Model
ini kurang mendorong guru bekerja sama karena relatif mudah dilaksanakan secara
mandiri
2) Kurang
terdorong untuk menghubungkan konsep yang terkait karena sukarnya mengatur
waktu untuk merundingkannya atau karena terfokus pada keterkaitan konsep, maka
pembelajaran secara global jadi terabaikan.
Pembelajaran terpadu tipe integrated adalah pengembangan
kurikulum yang menggunakan pendekatan lintas bidang ilmu utama dengan mencari
keterampilan, konsep dan sikap tumpang tindih.
Kelebihan
dari penggunaan pembelajaran terpadu tipe integrated
adalah sebagai berikut :
1) Guru
akan dapat melihat gambaran yang menyeluruh dari kemampuan yang dikembangkan
2) memberikan
kegiatan yang lebih terarah pada tiap bidang pengembangan untuk mencapai
kemampuan yang telah ditentukan pada indikator
3) siswa
merasa senang dengan adanya keterkaitan dan hubungan timbal balik antar
berbagai disiplin ilmu
4) memperluas
wawasan dan apresiasi guru
Adapun
kelemahan/kekurangan dari tipe connected
adalah :
1) Cukup
sulit dilaksanakan karena membutuhkan guru yang berkemampuan tinggi dan yakin
dengan konsep dan kemampuan yang akan dikembangkan di setiap bidang
pengembangan
2) kurang
efektif karena membutuhkan kerjasama dari banyak guru
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pembelajaran terpadu sebagai suatu
konsep dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan
beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak.
Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu, anak akan memahami
konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan
menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.
Pembelajaran matematika harus
memberikan peluang kepada siswa untuk berusaha dan mencari pengalaman tentang
matematika. Dalam pembelajaran matematika harus terdapat keterkaitan antara
pengalaman siswa sebelumnya dengan konsep yang akan diajarkan. Dalam matematika
setiap konsep berkaitan dengan konsep yang lain. Oleh karena itu, siswa harus
lebih banyak diberi kesempatan untuk melakukan keterkaitan tersebut. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu proses yang
dirancang untuk memperoleh pengetahuan tentang matematika sehingga pengetahuan
tersebut dapat dimanfaatkan dalam kehidupan. Pembelajaran matematika bertujuan
agar seseorang dapat berpikir secara logis dan sistematis dalam memecahkan
suatu masalah.
Penerapan model pembelajaran
terpadu tentunya tidak lepas dari faktor situasi dan kondisi yang tepat untuk
mempertimbangkan faktor kebutuhan sekolah, kesesuaian materi, dan kesiapan
peserta didik serta berbagai pertimbangan lain. Untuk mengatasi faktor tersebut guru harus selektif dan
kreatif dalam mengatasi keterbatasan tersebut, salah satu caranya dengan
menggunakan model pembelajaran terpadu tipe webbed, tipe nested, tipe connnected, dan tipe integrated.
B. Saran
Disini kami selaku penulis mengharapkan dengan adanya penulisan makalah ini
pembaca dapat mengembangkan konsep konsep yang ada dalam tulisan ini dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari khususnya nanti pada saat kita
menjadi seorang pendidik dapat menerapkan strategi pembelajaran ini dalam dunia
pendidikan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca umumnya dan khususnya
bagi penyusun.
DAFTAR
PUSTAKA
diakses
pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2015 pukul 14.39
diakses
pada hari Minggu, tanggal 5 April 2015 pukul 09.40
diakses
pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2015 pukul 14.34
diakses
pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2015 pukul 14.39
diakses
pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2015 pukul 18.11
[1]
http://fatonipgsd071644221.wordpress.com/2010/04/26/kelebihan-dan-kekurangan-pembelajaran-terpadu/ diakses pada hari Minggu,
tanggal 5 April 2015, pukul 09.40
[2]
Andi Hakim Nasution,(tahun
1978), hal 12 dalam http://eprints.uny.ac.id/9438/2bab%202%20-%20%20%20%20NIM%2008108247107.pdf diakses pada hari Selasa,
tanggal 10 Maret 2015, pukul 14.39
[3]
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/2446/1/98354-WAHYUNINGSIH-FTIK.pdf diakses pada hari selasa, tanggal
10 Maret 2015, pukul 14.34
[4]
Ibid.,
[5] http://Sumihikmahsari.wordpress.com/2013/10/30/hakikat-pembelajaran-matematika.html. diakses pada hari Selasa, tanggal:
10 Maret 2015,pukul 14.39
[6] http://www.duniapelajar.com/2013/04/04/pembelajaran-terpadu-tipe-webbed-dan-nested-dalam-matematika.html. Diakses pada hari Selasa,
tanggal 10 Maret 2015, pukul 18.11
yuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/
BalasHapusyuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/
yuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/
yuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/
yuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/