Jumat, 15 Mei 2015

Pembelajaran Matematika Terpadu

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Di setiap sekolah proses pembelajaran tersebut meliputi berbagai bidang ilmu pengetahuan diantaranya ilmu science, sosial, bahasa, dan matematika. Matematika merupakan pelajaran yang di pelajari dari taman kanak-kanak hingga ke ranah perkuliahan, hal ini menunjukan betapa pentingnya matematika dalam kehidupan. Ilmu matematika itu sendiri dapat diterapkan dari hal yang paling sederhana seperti perhitungan jual beli sampai kepada hal yang bersifat kompleks seperti penggunaan komputer.  Mengingat betapa pentingnya ilmu ini,  maka sudah seharusnya peserta didik dapat menguasai bidang ini dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut hasil analisis kami pembelajaran yang tepat untuk menunjang kamampuan anak yang di gunakan adalah dengan model pembelajaran terpadu. Model pembelajaran terpadu yaitu suatu konsep di orientasikan pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pembelajaran terpadu secara efektif dapat membantu menciptakan kesempatan yang luas bagi siswa untuk melihat dan membangun konsep-konsep yang saling berkaitan.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas di makalah ini:
1.    Apa yang di maksud dengan pembelajaran matematika terpadu ?
2.    Apa yang di maksud dengan hakekat pembelajaran matematika ?
3.    Bagaimana cara mengembangkan strategi pembelajaran matematika terpadu ?







C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan:
1.    Untuk menegtahui tentang pengertian pembelajaran matematika terpadu.
2.    Untuk mengetahui tentang pengertian hakekat pembelajaran matematika.
3.    Untuk mengetahui cara mengembangkan strategi pembelajaran matematika terpadu.


BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pembelajaran Matematika Terpadu
Kurikulum terpadu adalah suatu pendekatan untuk mengorganisasikan kurikulum dengan cara menghapus garis batas mata pelajaran yang terpisah-pisah, sedangkan pembelajaran terpadu merupakan metode pengorganisasian pembelajaran yang menggunakan beberapa bidang mata pelajaran yang sesuai. Istilah kurikulum terpadu dengan pembelajaran terpadu dalam penggunaannya dapat saling dipertukarkan.
Pembelajaran terpadu merupakan suatu aplikasi salah satu startegi pembelajaran berdasarkan pendekatan kurikulum terpadu yang bertujuan untuk menciptakan atau membuat proses pembelajaran secara relevan dan bermakna bagi anak (Atkinson, 1989:9 dalam Ahmad).
Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu, anak akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.
Kecenderungan pembelajaran terpadu diyakini sebagai pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Pendekatan ini berangkat dari teori pembelajaran yang menolak driil sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak.
Jika dibandingkan dengan pendekatan konvesional, pembelajaran terpadu tampaknya lebih menekankan keterlibatan anak dalam belajar; membuat anak secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan pembuatan keputusan. Pendekatan ini lebih mungkin menjadi sesuatu yang dikemukakan oleh John Dewey dengan konsep Learning by Doing-nya. 
Pendekatan pembelajaran terpadu dapat dipandang sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di tingkat dasar, terutama dalam rangka

mengimbangi gejala pergantian kurikulum yang sering terjadi dalam proses pembelajaran disekolah.
Sebagai suatu proses, pembelajaran terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut.
1.    Pembelajaran berpusat pada anak.
Pembelajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada anak karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu system pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara individu maupun kelompok. Siswa dapat aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya.
2.    Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan.
Pembelajaran terpadu mengkaji suatu fenomena dari berbagaimacam aspek yang membentuk semacam jalinan antar skemata yang dimiliki siswa,sehingga akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari siswa. Hasil yang nyata di dapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang dipelajari dan mengakibatkan kegiatan belajar menjadi lebih bermakna. Hal ini diharapkan akan berakibat pada kemampuan siswa untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya.
3.    Belajar Melalui Pengalaman Langsung
Siswa akan memahami hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alami,bukan sekedar informasi dari gurunya. Guru lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing ke arah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan siswa sebagai aktor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya.
4.    Lebih memperhatikan proses daripada hasil semata.
Pada pembelajaran terpadu dikembangkan pendekatan discovery inquri (penemuan terbimbing) yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai proses evaluasi. Pembelajaran terpadu dilaksanakan dengan melihat hasrat, minat, dan kemampuan siswa, sehingga memungkinkan siswa termotivasi untuk belajar terus menerus.
5.    Sarat dengan muatan keterkaitan
Pembelajaran terpadu memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. Sehingga memungkinkan siswa untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi, yang pada gilirannya nanti akan membuat siswa lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.[1]

B.  Hakekat Pembelajaran Matematika
Istilah “matematika” berasal dari kata Yunani “mathein” atau “manthenein” yang artinya “mempelajari”. Mungkin juga kata itu erat hubungannya dengan kata Sansekerta “medha” atau “widya” yang artinya ialah “kepandaian”, “ketahuan”, atau “inteligensi”.[2] Di bagian lain beliau berpendapat istilah “matematika” lebih tepat digunakan dari pada “ilmu pasti” karena memang benarlah, bahwa dengan menguasai matematika orang akan belajar mengatur jalan pikirannya dan sekaligus belajar menambah kepandaiannya (Andi Hakim Nasution, 1987: 12).
Menurut Soedjadi (dalam sumihikmahsari), mengemukakan bahwa ada beberapa definisi atau pengertian matematika berdasarkan sudut pandang pembuatnya, yaitu sebagai berikut:
  • Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisisr secara sistematik
  • Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi
  • Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan berhubungan dengan bilangan.
  • Matematika adalah pengetahuan fakta-fakta kuantitatif dan masalah tentang ruang dan bentuk.
  • Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logic
  • Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.
Sedangkan dalam KBBI, matematika diartikan sebagai ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan, prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. Menurut Ismail, dkk, “matematika adalah ilmu yang membahas angka-angka dan perhitungan, logika dan masalah-masalah numerik, kuantitas dan besar.” Dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu pengetahuan yang membahas penyelesaian mengenai bilangan, angka-angka dan perhitungan, serta logika dan masalah-masalah numerik.[3]
Menurut Correy (dalam Ismail, 2002), pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. Sedangkan Gange (dalam Ismail, 2002), pembelajaran adalah seperangkat acara peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya beberapa proses belajar yang sifatnya internal. Menurut Sagala dalam blog sang pendiam, pembelajaran adalah proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid. Dalam KBBI kata pembelajaran adalah kata benda yang diartikan sebagai “proses, cara, menjadikan orang atau makhluk belajar”. Kata ini berasal dari kata belajar yang berarti “berusaha untuk memperoleh kepandaian atau ilmu, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman”. Dengan pengertian-pengertian yang telah dikemukakan dapat disimpulkam bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang disengaja atau upaya yang dirancang oleh pendidik dengan tujuan untuk menciptakan suasana lingkungan (kelas/sekolah) yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan belajar serta terjadiya  interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa.[4]
Dengan demikian pembelajaran matematika adalah cara berpikir dan bernalar yang digunakan untuk memecahkan berbagai jenis persoalan dalam keseharian, sains, pemerintah, dan industri. Lambang dan bahasa dalam matematika bersifat universal sehingga dipahami oleh bangsa–bangsa di dunia.
Pembelajaran matematika harus memberikan peluang kepada siswa untuk berusaha dan mencari pengalaman tentang matematika. Dalam pembelajaran matematika harus terdapat keterkaitan antara pengalaman siswa sebelumnya dengan konsep yang akan diajarkan. Dalam matematika setiap konsep berkaitan dengan konsep yang lain. Oleh karena itu, siswa harus lebih banyak diberi kesempatan untuk melakukan keterkaitan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu proses yang dirancang untuk memperoleh pengetahuan tentang matematika sehingga pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan dalam kehidupan. Pembelajaran matematika bertujuan agar seseorang dapat berpikir secara logis dan sistematis dalam memecahkan suatu masalah.[5]

C.  Mengembangkan Strategi Pembelajaran Matematika Terpadu
Model pembelajaran yang diterapkan oleh guru khususnya matematika itu cenderung membosankan siswa, guru kurang bervariasi dalam mengajarkan pelajaran matematika di sekolah. Karena guru cenderung satu metode saja yakni metode ceramah, dalam proses belajar mengajar berlangsung.
Oleh sebab itu perlu penerapan metode, strategi, model yang bervariasi dalam pembelajaran matematika, sehingga siswa tidak menanggap bahwa matematika adalah sesuatu yang perlu ditakuti karena mata pelajaran matematika sebenarnya menarik dan sangat dekat dengan kehidupan nyata.
Salah satu model pembelajaran yang diharapkan lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional yang diharapkan mampu mengatasi hal di atas adalah pembelajaran terpadu. Pembelajaran terpadu tidak terbatas pada satu model atau tipe saja, tetapi terdiri dari beberapa tipe yang bervariasi seperti tipe connected (terhubung), tipe webbed (jaring laba-laba), tipe integrated (terpaduan), dan tipe nested (tersarang). Guru dapat menerapkan salah satu tipe pembelajaran terpadu sesuai ketrampilan atau minat yang dimiliki oleh siswa. Penerapan model pembelajaran terpadu tentunya tidak lepas dari faktor situasi dan kondisi yang tepat untuk mempertimbangkan faktor kebutuhan sekolah, kesesuaian materi, dan kesiapan peserta didik serta berbagai pertimbangan lain. Untuk mengatasi faktor tersebut guru harus selektif dan kreatif dalam mengatasi keterbatasan tersebut, salah satu caranya dengan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe webbed dan tipe nested.
Pembelajaran terpadu tipe webbed adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Yakni belajar dengan menentukan terlebih dahulu tema yang akan di ajarkan atau dipelajari
Adapun langkah-langkah pengembangannya yakni :
1)      Dimulai dengan menentukan tema tertentu, tema dapat ditetapkan dengan negoisasi antara guru dan siswa.
2)      Setelah tema itu disepakati dikembangkan sub-sub temanya dengan memperhatikan kaitannya dengan bidang studi.
3)      Dari sub-sub tema ini dikembangkan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa.
Sedangkan pembelajaran terpadu model nested (tersarang) merupakan sistem pembelajaran terpadu,yang menggunakan pendekatan tematik akan tetapi pengambilan temanya langsung dari guru itu sendiri dengan metode yang bervariasi.
Adapun langkah-langkah pengembangannya yakni :
1)   Menentukan tema berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang akan dipelajari. Dalam model ini guru yang langsung memberikan tema kepada siswa.
2)   Setelah itu menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai siswa, dalam model ini dibentuk dalam kelompok.
3)   Terakhir guru memberikan evaluasi sesuai dengan materi yang dibahas dalam kelompoknya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran webbed dan nested memberikan manfaat bagi siswa diantaranya sebagai berikut :
1)   Mampu menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan.
2)   Memberikan kemudahan bagi anak
3)   Dapat memotivasi anak dalam belajar
4)   Mampu meningkatkan hasil belajar siswa
5)   Dengan mengumpulkan sejumlah tujuan dalam pengalaman belajar siswa pembelajaran semakin diperkaya dan berkembang.
Disamping manfaat yang dirasakan oleh siswa, metode pembelajaran webbed dan nested mempunyai sedikit kelemahan yaitu :
1)   Siswa sulit dalam menyeleksi tema
2)   Cenderung merumuskan tema yang dangkal
3)   Guru memadukan beberapa ketrampilan yang menjadi target dalam pembelajaran sehingga berdampak pada siswa dimana prioritas pelajaran akan menjadi kabur karena siswa diarahkan untuk melakukan beberapa tugas belajar sekaligus.[6]
Pembelajaran terpadu tipe connected adalah tipe pengembangan kurikulum yang menggabungkan secara jelas satu topik dengan topik berikutnya, satu konsep dengan konsep lainnya, satu kemampuan dengan kemampuan lainnya, kegiatan satu hari dengan hari lainnya dalam satu mata pelajaran.[7] Contoh pengajaran menggunakan pembelajaran terpadu tipe connected, yaitu Guru menggabungkan/menghubungkan konsep matematika dengan uang dengan konsep jual beli, untung rugi, simpan pinjam, dan bunga.
Kelebihan dari penggunaan pembelajaran terpadu tipe connected adalah sebagai berikut :
1)   Guru akan dapat melihat gambaran yang menyeluruh dan kemampuan/indikator yang digabungkan
2)   Kegiatan anak lebih terarah untuk mancapai kemampuan yang tertera dalam indikator
3)   Siswa memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang suatu konsep sehingga transfer pengetahuan akan sangat mudah karena konsep-konsep pokok dikembangkan terus-menerus
4)   Siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan dan juga siswa diberi kesempatan untuk melakukan pendalaman, tinjauan, memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.
Adapun kelemahan/kekurangan dari tipe connected adalah :
1)   Model ini kurang mendorong guru bekerja sama karena relatif mudah dilaksanakan secara mandiri
2)   Kurang terdorong untuk menghubungkan konsep yang terkait karena sukarnya mengatur waktu untuk merundingkannya atau karena terfokus pada keterkaitan konsep, maka pembelajaran secara global jadi terabaikan.
Pembelajaran terpadu tipe integrated adalah pengembangan kurikulum yang menggunakan pendekatan lintas bidang ilmu utama dengan mencari keterampilan, konsep dan sikap tumpang tindih.
Kelebihan dari penggunaan pembelajaran terpadu tipe integrated adalah sebagai berikut :
1)   Guru akan dapat melihat gambaran yang menyeluruh dari kemampuan yang dikembangkan
2)   memberikan kegiatan yang lebih terarah pada tiap bidang pengembangan untuk mencapai kemampuan yang telah ditentukan pada indikator
3)   siswa merasa senang dengan adanya keterkaitan dan hubungan timbal balik antar berbagai disiplin ilmu
4)   memperluas wawasan dan apresiasi guru



Adapun kelemahan/kekurangan dari tipe connected adalah :
1)   Cukup sulit dilaksanakan karena membutuhkan guru yang berkemampuan tinggi dan yakin dengan konsep dan kemampuan yang akan dikembangkan di setiap bidang pengembangan
2)   kurang efektif karena membutuhkan kerjasama dari banyak guru

BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu, anak akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.
Pembelajaran matematika harus memberikan peluang kepada siswa untuk berusaha dan mencari pengalaman tentang matematika. Dalam pembelajaran matematika harus terdapat keterkaitan antara pengalaman siswa sebelumnya dengan konsep yang akan diajarkan. Dalam matematika setiap konsep berkaitan dengan konsep yang lain. Oleh karena itu, siswa harus lebih banyak diberi kesempatan untuk melakukan keterkaitan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu proses yang dirancang untuk memperoleh pengetahuan tentang matematika sehingga pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan dalam kehidupan. Pembelajaran matematika bertujuan agar seseorang dapat berpikir secara logis dan sistematis dalam memecahkan suatu masalah.
Penerapan model pembelajaran terpadu tentunya tidak lepas dari faktor situasi dan kondisi yang tepat untuk mempertimbangkan faktor kebutuhan sekolah, kesesuaian materi, dan kesiapan peserta didik serta berbagai pertimbangan lain. Untuk mengatasi faktor tersebut guru harus selektif dan kreatif dalam mengatasi keterbatasan tersebut, salah satu caranya dengan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe webbed, tipe nested, tipe connnected, dan tipe integrated.






B.  Saran
Disini kami selaku penulis mengharapkan dengan adanya penulisan makalah ini pembaca dapat mengembangkan konsep konsep yang ada dalam tulisan ini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari hari khususnya nanti pada saat kita menjadi seorang pendidik dapat menerapkan strategi pembelajaran ini dalam dunia pendidikan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca umumnya dan khususnya bagi penyusun.



DAFTAR PUSTAKA
diakses pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2015 pukul 14.39
diakses pada hari Minggu, tanggal 5 April 2015 pukul 09.40
diakses pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2015 pukul 14.34
diakses pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2015 pukul 14.39
diakses pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2015 pukul 18.11


[2] Andi Hakim Nasution,(tahun 1978), hal 12 dalam http://eprints.uny.ac.id/9438/2bab%202%20-%20%20%20%20NIM%2008108247107.pdf diakses pada hari Selasa, tanggal 10 Maret 2015,  pukul 14.39
[4] Ibid.,
[5] http://Sumihikmahsari.wordpress.com/2013/10/30/hakikat-pembelajaran-matematika.html. diakses pada hari Selasa, tanggal: 10 Maret 2015,pukul 14.39

1 komentar:

  1. yuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/

    yuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/

    yuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/

    yuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/

    yuk guys yg pengen nonton film movies online gratis silahkan mampir disini http://layarhd.com/

    BalasHapus