Sabtu, 16 Mei 2015

Logika Matematika



LOGIKA MATEMATIKA

Logika matematika adalah salah satu cabang matematika yang mempelajari tentang pola pikir yang tepat dan logis dalam menarik suatu kesimpulan.
A.  Pernyataan
Adalah kalimat yang menyatakan benar atau salah saja tetapi bukan keduanya.
Contoh :
1.    P =Jakarta ibukota Indonesia              bernilai B
2.    q =2 + 3 = 6                                         bernilai S
B.  Kalimat Terbuka
Adalah kalimat yang memuat variabel dan menjadi pernyataan jika variabel tersebut diganti konstanta dalam himpunan semestanya.
Contoh :
1.      x + 5 = 10, x N
Himpunan Penyelesaiannya
x + 5 = 10
        x = 10 – 5
        x = 5                              P bernilai B
       x -5                               P bernilai S
2.      2x – 3 < 9, x  R
Himpunan Penyelesaiannya
2x – 3 < 9
      2x < 9 + 3
      2x < 12
        x < 6                               P bernilai B
        x 6                               P bernilai S
C.  Ingkaran atau Negasi suatu Pernyataan
Adalah pernyataan yang menyangkal pernyataan yang diberikan dan nilai kebenarannya kebalikan dari nilai kebenaran pernyataan semula.
a.       Biasanya dengan menambah kata “tidak benar bahwa” atau “tidak” atau “bukan”
b.      Ingkaran dari P ditulis ~P
Contoh : p : Pekerjaan Wisnu adalah dokter
~p : Tidak benar bahwa pekerjaan Wisnu adalah dokter
     : Pekerjaan Wisnu adalah bukan dokter
D.  Kalimat Majemuk
Adalah kalimat yang dibentuk dari beberapa pernyataan tunggal yang dirangkai dengan kata hubung logika.
1.      Konjungsi
Konjungsi dari pernyataan p dan q dinotasikan “pq” dengan kata hubung “dan”. Nilai kebenaran dari konjungsi pq adalah “BENAR” jika keduanya  “BENAR”.
Catatan : kata-kata tetapi, walaupun, hanya saja yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari mempunyai arti sama dengan “dan” pada logika matematika.
2.      Disjungsi
Disjungsi dari pernyataan p dan q dinotasikan “p q” dengan kata hubung “atau”. Nilai kebenaran dari disjungsi p q adalah “SALAH”, jika keduanya “SALAH”.
a.       Disjungsi Inklusif ()
Disjungsi inklusif bernilai benar bila kedua penyataan benar atau hanya salah satu pernyataan yang benar.
b.      Disjungsi Eksklusif ()
Disjungsi eksklusif bernilai benar bila salah satu pernyataan saja benar karena tidak mungkin keduanya benar.
3.      Implikasi
Implikasi p dan q dilambangkan dengan “p q” dan digabungkan dengan kata hubung “jika ... maka ...”.
p = anteseden, hipotesis, sebab
q = konsekuen, konklusi, kesimpulan
Nilai kebenaran dari implikasi p q adalah “SALAH” jika p= BENAR, q= SALAH.
4.      Biimplikasi
Biimplikasi p dan q dilambangkan dengan “p q” dan digabungkan dengan kata hubung “... jika dan hanya jika ...”. Nilai kebenaran dari biimplikasi p q adalah “BENAR” jika keduanya “BENAR” atau keduanya “SALAH”
E.   Equvalensi, Tautologi, Kontradiksi, dan Kontingensi
1.      Equivalensi
Adalah dua pernyataan majemuk A dan B dikatakan equivalen atau setara dalam logika, jika memiliki kebenaran yang sama, dinotasikan A @ B
2.      Tautologi
Adalah suatu pernyataan majemuk dengan nilai kebenaran selalu “BENAR”
3.      Kontradiksi
Adalah suatu pernyataan majemuk dengan nilai kebenaran selalu “SALAH”
4.      Kontingensi
Adalah suatu pernyataan majemuk dengan nilai kebenaran “BENAR” dan “SALAH”
F.   Negasi Pernyataan Majemuk
1.      ~ (p q) @ ~p ~q
2.      ~ (p q) @ ~p ~q
3.      ~ (p q) @ p ~q
4.      ~ (p q) @ (p ~q) (q ~p)
G.  Konvers, Invers, dan Kontraposisi
v Dari implikasi p q dapat dibentuk implikasi-implikasi yang lain sebagai berikut
a.       q p disebut konvers dari p q
b.      ~p ~q disebut invers dari p q
c.       ~q ~p disebut kontraposisi dari p q
v Kesimpulan
ü  Implikasi @ kontraposisi                        ((p q) @ (~q ~p))
ü  Konvers @ Invers                                   ((q p) @ (~p ~q))
H.  Pernyataan Berkuantor
1.      Kuantor Universal ()
Dibaca : semua, seluruh, setiap, tanpa kecuali.
Contoh : a. Semua kucing berbunyi meow
b.    Setiap mahasiswa lahir mempunyai ibu
Notasi
                        x ' P(x) dibaca semua x sedemikian hingga P(x)
2.      Kuantor Eksistensial ()
Dibaca : ada, beberapa, terdapat, diantara.
Contoh : a) Ada rumah yang tidak mempunyai jendela
               b) beberapa presiden adalah wanita
Notasi
             x ' P(x) dibaca ada x sedemikian hingga P(x)
3.      Negasi Pernyataan Kuantor
~ (x ' P(x)) @ x ' ~P(x)
~ (x ' P(x)) @ x ' ~P(x)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar