LOGIKA MATEMATIKA
Logika
matematika adalah salah satu cabang matematika yang mempelajari tentang pola
pikir yang tepat dan logis dalam menarik suatu kesimpulan.
A. Pernyataan
Adalah kalimat yang menyatakan benar atau salah saja tetapi
bukan keduanya.
Contoh :
1. P
=Jakarta ibukota Indonesia bernilai B
2. q
=2 + 3 = 6 bernilai S
B. Kalimat Terbuka
Adalah kalimat yang memuat variabel dan menjadi pernyataan
jika variabel tersebut diganti konstanta dalam himpunan semestanya.
Contoh :
1. x + 5 = 10, x ∈ N
Himpunan Penyelesaiannya
x + 5 = 10
x = 10 – 5
x = 5 P bernilai B
x ≠ -5 P
bernilai S
2. 2x – 3 < 9, x ∈ R
Himpunan Penyelesaiannya
2x – 3 <
9
2x < 9 + 3
2x < 12
x < 6 P
bernilai B
x ≥ 6 P
bernilai S
C. Ingkaran atau Negasi suatu
Pernyataan
Adalah pernyataan yang menyangkal pernyataan yang diberikan
dan nilai kebenarannya kebalikan dari nilai kebenaran pernyataan semula.
a. Biasanya dengan menambah kata “tidak
benar bahwa” atau “tidak” atau “bukan”
b. Ingkaran dari P ditulis ~P
Contoh : p : Pekerjaan Wisnu adalah dokter
~p : Tidak benar bahwa pekerjaan Wisnu adalah dokter
: Pekerjaan Wisnu
adalah bukan dokter
D. Kalimat Majemuk
Adalah kalimat yang dibentuk dari beberapa pernyataan
tunggal yang dirangkai dengan kata hubung logika.
1. Konjungsi
Konjungsi dari pernyataan p dan q
dinotasikan “p∧q” dengan kata hubung “dan”. Nilai kebenaran dari konjungsi
p∧q
adalah “BENAR” jika keduanya “BENAR”.
Catatan : kata-kata tetapi,
walaupun, hanya saja yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari mempunyai arti
sama dengan “dan” pada logika matematika.
2.
Disjungsi
Disjungsi dari pernyataan p dan q
dinotasikan “p ∨ q” dengan kata hubung “atau”. Nilai
kebenaran dari disjungsi p ∨ q adalah “SALAH”, jika keduanya
“SALAH”.
a.
Disjungsi
Inklusif (∨)
Disjungsi inklusif bernilai benar
bila kedua penyataan benar atau hanya salah satu pernyataan yang benar.
b.
Disjungsi
Eksklusif (⊻)
Disjungsi eksklusif bernilai benar
bila salah satu pernyataan saja benar karena tidak mungkin keduanya benar.
3.
Implikasi
Implikasi p dan q dilambangkan dengan
“p ⇒
q” dan digabungkan dengan kata hubung “jika ... maka ...”.
p = anteseden, hipotesis, sebab
q = konsekuen, konklusi, kesimpulan
Nilai kebenaran dari implikasi p ⇒
q adalah “SALAH” jika p= BENAR, q= SALAH.
4.
Biimplikasi
Biimplikasi p dan q dilambangkan
dengan “p ⇔ q” dan digabungkan dengan kata hubung “... jika dan hanya
jika ...”. Nilai kebenaran dari biimplikasi p ⇔ q adalah “BENAR” jika keduanya
“BENAR” atau keduanya “SALAH”
E.
Equvalensi,
Tautologi, Kontradiksi, dan Kontingensi
1.
Equivalensi
Adalah dua pernyataan majemuk A dan B dikatakan equivalen
atau setara dalam logika, jika memiliki kebenaran yang sama, dinotasikan A @ B
2.
Tautologi
Adalah suatu pernyataan majemuk dengan nilai kebenaran
selalu “BENAR”
3.
Kontradiksi
Adalah suatu pernyataan majemuk dengan nilai kebenaran
selalu “SALAH”
4.
Kontingensi
Adalah suatu pernyataan majemuk dengan nilai kebenaran
“BENAR” dan “SALAH”
F.
Negasi
Pernyataan Majemuk
1.
~
(p ∧
q) @ ~p ∨ ~q
2.
~
(p ∨
q) @ ~p ∧ ~q
3.
~
(p ⇒
q) @ p ∧ ~q
4.
~
(p ⇔
q) @ (p ∧ ~q) ∨ (q ∧ ~p)
G. Konvers, Invers, dan Kontraposisi
v
Dari
implikasi p ⇒ q dapat dibentuk implikasi-implikasi yang lain sebagai
berikut
a.
q
⇒
p disebut konvers dari p ⇒ q
b.
~p
⇒
~q disebut invers dari p ⇒
q
c.
~q
⇒
~p disebut kontraposisi dari p ⇒
q
v
Kesimpulan
ü
Implikasi
@ kontraposisi ((p ⇒
q) @ (~q ⇒ ~p))
ü
Konvers
@ Invers ((q ⇒ p) @ (~p
⇒
~q))
H. Pernyataan Berkuantor
1.
Kuantor
Universal (∀)
Dibaca : semua, seluruh, setiap, tanpa kecuali.
Contoh : a. Semua kucing berbunyi meow
b.
Setiap
mahasiswa lahir mempunyai ibu
Notasi
∀x
' P(x) dibaca semua x sedemikian
hingga P(x)
2.
Kuantor
Eksistensial (∃)
Dibaca : ada, beberapa, terdapat, diantara.
Contoh : a) Ada rumah yang tidak mempunyai jendela
b) beberapa presiden adalah wanita
Notasi
∃x
' P(x) dibaca ada x sedemikian hingga
P(x)
3.
Negasi
Pernyataan Kuantor
~ (∀x ' P(x)) @
∃x
' ~P(x)
~ (∃x ' P(x)) @
∀x
' ~P(x)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar